Isi email eli cohen kepada SBY terkait dugaan suap Final piala AFF

15
1288

Hari ini saya cukup kaget membaca pemberitaan di kompas yang berjudul inilah isi email eli cohen kepada SBY terkait dugaan suap pada final piala AFF. berita itu terkait dengan adanya suap-menyuap di Final piala AFF lalu antara Malaysia dengan Indonesia yang dilakukan oleh pejabat PSSI.

Pejabat PSSI dikabarkan telah menjual kemenangan indonesia kepada malaysia melalui bandar judi malaysia. Surat itu datang dari orang yang mengaku-ngaku sebagai pegawai Ditjen Pajak yang menggunakan nama samaran Eli Cohen.

Berikut ini isi lengkap surat Eli Cohen :

From: eli cohen

Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700

To: ; ;

Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia

Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta

Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.

Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia menulis inisial dua nama, Red).

Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.

Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.

Semoga Tuhan memberkati Negara ini.

Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak

Tembusan
1. Menteri Olah Raga
2. Ketua KPK
3. Ketua DPR
4. Ketua KONI

Untuk melihat sumber berita aslinya di Kompas silahkan klik disini

15 COMMENTS

  1. wah apa betul ini, jangan – jangan ini kabar sama seperti dari gedung dewan yang ingin RI kacau, kalau betul harus dihukum tuh orangnya

  2. Seharusnya hukum yang jadi panglima di negeri ini, malah politik! Sedangkan hukum seperti pisau saja. Tajam jika ke bawah, tumpul kalo ke atas…..

  3. sangat menarik sekali, harga diri bangsa dijual demi keuntungan pribadi. semoga org2 itu dilapangkan kuburnya..ups…salah..masih hidup kan???

  4. masya Alloh… aku b’lindung kpd Alloh dri godaan Syetan yg terkutuk. Pantas Indonesia tak akan mendapatkan Rahmat dari Alloh selamanya karna t’nyata ( jika hal ini memang benar ) warga negaranya pun, bahkan pejabatnya pun tidak memiliki moral yang baik. so patriotisme, pd hal dia penghancur negara.

  5. banyak kabar yang membuat saya malu dan malas jadi WNI, kebobrokan yang terorganisasi…. yang tua selalu ngasih contoh ga bener tapi selalu aja punya harapan muluk ma generasi muda hadeeehhhh…………… T___T

  6. ayolah yang sadar indonesia bukan untuk perindividu atau pemerintah, indonesia untuk rakyat, kalau negaranya sudah dijual jangan-jangan dirinya sendiri dijual.
    untuk yang berkepentingan ratapilah nasib bangsa kita

  7. wah, klo melihat kronologisnya serta keotentikan gaya penulisan emailnya,, saya meragukan itu berita benar. Tidak semudah itu akses pribadi (telephon, mail,dll) pejabat negara apalagi presiden sangat terbuka dan diketahui publik. dari mana kita tahu mail itu direspon, apalagi masuk ke mail pribadi pejabat negara?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here